Penyebab, Gejala Hingga Penanganan Penyakit Kuning. Wajib Tahu!

Dikenal pula dengan nama icterus yang disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin sehingga membuat tubuh berwarna kuning yang bisa dilihat dari kulit dan bola mata.

Tubuh biasanya mengeluarkan bilirubin melalui hati dan dalam kasus penyakit ini, bilirubin menumpuk lebih cepat daripada kemampuan tubuh mengeluarkannya.

Karena itu, meski penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tapi umumnya terjadi pasa bayi baru lahir karena organ hati pada bayi baru lahir belum berfungsi sempurna.

Baca Juga: Hindari Insomnia, Ini 9 Tips Tidur Nyenyak di Malam Hari

Penyebab lainnya antara lain adalah infeksi, masalah golongan darah antara ibu dan bayi, hingga juga bisa karena ASI. Kalau penyakit kuning muncul karena masalah-masalah ini biasanya akan bertahan lebih lama dibanding yang lain.

Penyakit kuning umumnya akan dialami bayi saat berusia 2-4 hari, dan akan menghilang dalam 1-2 minggu, jadi sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan.

Kecuali jika penyakit kuning dialami pada 24 jam pertama setelah bayi lahir, atau tidak menghilang setelah bayi berusia lebih dari 14 hari. Kondisi ini harus segera dikonsultasikan ke dokter.

Selain itu ada tanda-tanda lainnya yang perlu diwaspadai dari penyakit kuning pada bayi:

Selain tidak hilang dalam rentang waktu yang disebut di atas, warna kuning tersebut juga menyebar ke bagian tubuh lain.

Lalu bayi tampak lemas dan tidak mau makan serta rewel.

Dalam beberapa kasus bahkan suhu badannya bisa sampai 38 derajat C, hingga mengalami kejang dan sulit bernapas.

Baca Juga: 11 Cara Menghilangkan Kebiasaan Mendengkur agar Tidur Lebih Berkualitas

Sementara pada orang dewasa juga ada beberapa gejala penyakit kuning yang sering diabaikan, dan ini tentu saja bahaya karena penyakit kuning juga bisa jadi gejala dari penyakit tertentu.

1. Urine, kulit dan mata berwarna kuning

Banyak yang mengabaikan urine berwarna kuning dan kemudian mengatasinya dengan memperbanyak minum air putih.

Jika urine berwarna kuning dan tidak berubah meski minum air putih, maka kemungkinan Anda mengidap penyakit kuning.

Gejala lainnya yang banyak diabaikan juga adalah perubahan pada kulit dan bagian mata. Biasanya karena dalam beberapa kasus ini tidak terlalu terlihat, dikarenakan faktor warna kulit.

2. Muntah

Muntah memang bisa mengindikasikan banyak hal.

Tapi jika urine Anda berwarna kuning, dan kulit atau bagian mata juga sama, disertai pula dengan kondisi sering muntah, maka ini sebaiknya diwaspadai sebagai gejala penyakit kuning.

3. Rasa sakit pada bagian tubuh

Gejala Hingga Penanganan Penyakit Kuning

Misalnya di bagian kanan perut yakni di bawah tulang rusuk hingga ke punggung bagian atas. Selain itu juga bisa terasa nyeri pada sendi.

4. Demam dan mudah lelah

Kedua hal ini mungkin saja menunjukkan kondisi kesehatan yang beragam.

Namun perlu diperhatikan kalau Anda demam disertai tanda-tanda di atas bisa saja Anda mengidap penyakit kuning.

Dan jika Anda merasa mudah lelah dimana kondisi ini berlangsung terus selama setidaknya 2 minggu, serta disertai gejala lainnya, sebaiknya langsung periksakan diri ke dokter.

Karena ini biasanya terjadi pada penyakit kuning yang disebabkan oleh adanya hepatitis A.

5. Gatal

Gejala satu ini biasanya dirasakan oleh orang yang mengidap penyakit kuning jenis obstruktif, yang disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu.

Ya, memang ada beberapa jenis dan penyebab penyakit kuning. Sehingga penanganan medis dari penyakit ini juga tergantung dari jenis dan penyebabnya.

Misalnya untuk penyakit kuning disebabkan oleh saluran empedu yang tersumbat seperti di atas, maka harus dilakukan operasi.

Sementara pada kasus penyakit kuning pre-hepatic yang disebabkan oleh penyakit talasemia atau anemia sel sabit, maka cara mengatasinya adalah dengan transfusi darah.

Lalu penyakit kuning juga bisa disebabkan oleh malaria. Sehingga untuk kasus satu ini pengobatannya adalah dengan diberikan obat antimalaria.

Sedangkan jika penyakit kuning disebabkan oleh kerusakan hati (intra-heptic), maka harus menghindari penyebabnya agar kerusakan tidak meluas.

Misalnya disebabkan oleh minuman beralkohol, maka harus membatasi atau menghentikan konsumsinya.

Tapi jika kerusakan sudah sangat parah, biasanya dokter akan menawarkan transplantasi atau pencangkokan hati.

Yang perlu diingat jika Anda menderita penyakit kuning adalah penanganan sejak dini.

Karena penanganan lebih awal dan langkah yang tepat, akan membantu mempercepat kesembuhan, dan menghindari orang-orang di sekitar Anda tertular penyakit yang juga dikenal dengan nama jaundice ini.

Jika Anda merasakan gejala-gejala yang disebutkan di atas, maka segeralah konsultasikan pada dokter agar bisa dilakukan pemeriksaan yang dibutuhkan, dan bisa dimonitor perkembangan penyakit tersebut.

Hal ini tentunya juga terkait dengan pemilihan dari cara pengobatannya, sehingga bisa terhindar dari makin parahnya penyakit kuning yang Anda derita.

Selain ke dokter, ada pula langkah-langkah yang bisa Anda lakukan sendiri untuk mengobati penyakit ini. Di antaranya adalah mengonsumsi beberapa bahan alami berikut:

1. Tomat

Penanganan Penyakit Kuning secara alami

Merupakan sumber likopen yang baik untuk kesehatan darah, konsumsi tomat setiap pagi dinilai bisa memulihkan kesehatan organ hati.

Terlebih karena kaya antioksidan dan vitamin C yang baik dalam proses penyembuhan organ hati.

2. Air tebu

Bahan yang biasa digunakan sebagai pemanis alami ini, juga bisa membantu memulihkan fungsi hati sehingga mengendalikan kadar bilirubin.

3. Jus anggur hijau

Pilihan satu ini direkomendasikan karena dinilai ampuh menyerap warna kuning pada kulit dengan meningkatkan fungsi hati.

4. Susu kambing

Mengandung banyak nutrisi penting yang bermanfaat baik untuk dewasa maupun untuk bayi. Kandungan antibodi di dalam susu kambing dapat membantu menyembuhkan penyakit kuning.

5. Bawang putih, kunyit dan jahe

Selain dijadikan bumbu, bahan-bahan alami ini juga banyak dimanfaatkan dalam pengobatan. Ini semua tak terlepas dari kandungan baik di dalamnya, mulai dari antioksidan, antibakteri, antimikroba, anti-inflamasi dan memiliki sifat antibiotik, dan bersifat antioksidan juga.

Dan karena rasanya yang khas, maka Anda bisa mencampur bahan alami tersebut agar lebih bisa dinikmati. Misalnya dicampur air jeruk nipis atau madu.

6. Pepaya mentah dan daunnya

Penanganan Penyakit Kuning Secara Alami

Kandungan enzim peptin dalam pepaya dipercaya dapat membantu menyembuhkan penyakit kuning. Sama halnya dengan bumbu di atas, agar bisa dinikmati, Anda bisa mencampurkan pepaya mentah dan daun pepaya yang sudah dihaluskan dengan madu ditambah sedikit air.

Namun kalau bicara penyakit, tentunya selalu lebih baik mencegah dibanding mengobati bukan?

Dan berikut cara mencegah penyakit kuning:

  • Sebelumnya sempat disinggung mengenai konsumsi alkohol yang berlebih, karena bisa juga menimbulkan penyakit kuning. Jadi sebaiknya batasi minum alkohol yang berlebihan karena bisa menyebabkan hepatitis alkoholik, sirosis, dan pankreatitis.
  • Tindakan pencegahan lainnya dengan vaksin hepatitis, profilaksis malaria khususnya bila akan bepergian ke daerah endemis.
  • Karena ini bisa menular, maka cegahlah dengan membatasi perilaku yang membuat Anda bisa tertular misalnya berhati-hati dalam penggunaan jarum suntik atau seks bebas.
  • Lalu jaga pula kebersihan agar terhindar dari makanan yang terkontaminasi virus hepatitis A.
  • Hindari obat-obatan tertentu yang dapat menyebabkan hemolisis, terutama pada orang dengan defisiensi G6PD. Termasuk jamu yang dapat merusak organ hati, kecuali jika obat tersebut memang sangat dibutuhkan.

Semoga bermanfaat!