Penting! Berikut Cara Mencegah, Menangani, serta Penyebab Mimisan pada Anak

Pada umumnya, mimisan memang tidak berbahaya. Namun, sebagai orang tua kita pasti khawatir ketika melihat si kecil mimisan. Oleh karenanya, penting untuk mengetahui penyebab mimisan pada anak.

Mimisan adalah kondisi di mana terjadi pendarahan lewat hidung (bisa satu atau kedua lubang), dengan durasi berbeda-beda, mulai dari beberapa detik sampai lebih dari 10 menit.

Hampir semua orang pernah mengalami mimisan. Akan tetapi ada beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hal tersebut.

Di antaranya adalah kelompok anak-anak usia 3-10 tahun, lansia, ibu hamil, orang yang sering mengonsumsi obat pengencer darah dan obat antikoagulan, serta pengidap kelainan darah.

Nah, di sini jelas ya, anak-anak memang termasuk kepada kelompok yang rentan mengalami mimisan. Jadi, para orang tua tadi perlu takut atau panik ketika hal ini terjadi pada anak Anda.

Penyebab mimisan pada anak memang beragam, namun umumnya hal ini terjadi karena anak-anak memiliki pembuluh darah di hidung yang lebih rapuh dan mudah pecah dibandingkan orang dewasa.

Agar hal ini tidak terjadi pada buah hati Anda, berikut ini cara mencegah mimisan pada anak. Simak baik-baik penjabarannya di bawah ini ya.

Kiat mencegah mimisan pada anak

Langkah pencegahan tentu lebih penting dilakukan daripada pengobatan, untuk meminimalisir penyebab mimisan pada anak, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai orang tua.

Pertama, dengan mengajarkan anak untuk tidak menghembuskan napas terlalu kencang saat membuang ingus, karena hal tersebut dapat memicu pecahnya pembuluh darah pada hidung anak.

Selain itu, awasi anak Anda ketika bermain, agar ia tidak terbentur benda keras yang dapat membuatnya terluka atau mimisan.

Mencegah anak memasukkan benda asing ke rongga hidungnya juga diperlukan. Sebab, anak-anak cenderung belum mengerti akan konsekuensi atas tindakan yang ia lakukan.

Untuk meminimalisir penyebab mimisan pada anak, ada baiknya Anda juga memastikan bahwa kuku anak selalu selalu bersih dan tidak panjang, agar ia tidak melukai dirinya saat membersihkan kotoran hidung.

Pendidikan tentang pentingnya menjaga keamanan diri juga diperlukan, maka dari itu, penting untuk para orang tua menginformasikan hal tersebut pada anaknya.

Namun, jika mimisan sudah kadung terjadi, pastikan Anda tetap tenang dan ikuti langkah penanganan mimisan pada anak di bawah ini.

Langkah penanganan mimisan pada anak

Hal terpenting yang bisa Anda lakukan ketika anak mengalami mimisan adalah tetap tenang dan jangan panik. Perlihatkan kepada anak bahwa ia dalam kondisi baik dan tidak ada yang harus dikhawatirkan.

Setelah semuanya sudah terkendali, lakukan langkah penangan awal seperti berikut ini:

  1. Dudukkan anak Anda pada posisi kepala agak menunduk. Ingat, bukan mendongak dan bersandar ya. Hal ini untuk menghindari kemungkinan darah mengalir ke tenggorokan, kerongkongan, atau keluar dari mulut. Sebab, jika hal tersebut terjadi, anak bisa tersedak, batuk, bahkan muntah

  2. Tutup hidung menggunakan tisu atau lap bersih dengan cara menekan bagian hidung yang lunak. Ingat, bukan memasukkan tisu ke lubang hidung ya, cukup tekan pada bagian hidung yang lunak saja

  3. Lakukan hal tersebut selama kurang lebih 10 menit. Anda juga bisa mengompres dengan lap dingin pada pangkal hidung anak. Sebab, hal ini dapat menghentikan pendarahan pada hidung anak.

  4. Jika setelah 10 menit mimisan belum juga berhenti, ulangi langkah tersebut hingga beberapa kali

  5. Apabila mimisan berlangsung lebih dari 30 menit, ada baiknya Anda memeriksakan kondisi anak ke dokter.

Perlu dipahami, bahwa langkah di atas merupakan langkah awal yang bisa Anda lakukan untuk menanggulangi penyebab mimisan pada anak.

Untuk itu, penting untuk Anda mengetahui penyebab mimisan pada anak, agar bila hal ini terjadi, Anda bisa lebih peka dan tidak panik dalam menghadapi hal tersebut.

Penyebab mimisan pada anak

Selain faktor kelalayan, seperti terbentur, adanya benda asing yang masuk ke lubang hidung, dan terlalu kencang membuang ingus, penyebab mimisan pada anak juga bisa disebabkan oleh faktor lainnya.

Apa sajakah itu? Berikut selengkapnya untuk Anda.

1. Perubahan cuaca yang esktrem

Tidak hanya terjadi pada anak-anak, perubahan cuaca yang esktrem juga bisa menyebabkan semua orang gampang terserang penyakit.Apalagi pada anak, yang notabenenya memiliki daya tahan lebih rendah.

Perubahan udara esktrem bisa menyebabkan anak terserang flu, yang kemudian membuat anak akan bersin-bersin, hingga secara tidak sengaja menyeka hidungnya terlalu keras.

Hal tersebut tentu dapat menjadi penyebab mimisan pada anak. Oleh sebab itu, penting untuk memberikan anak vitamin dan asupan makanan sehat, agar imun tubuhnya kebal terhadap penyakit.

2. Terlalu kelelahan

Ingat, usianya masih sangat kecil, tidak perlu membebani anak Anda dengan segudang aktivitas yang dapat membuat tubuhnya terlalu lelah.

Kelelahan bisa jadi penyebab mimisan pada anak. Pasalnya, kondisi badan yang lelah membuat stamina tubuh anak menurun dan membuat pembuluh darahnya melemah.

Ketika anak terlalu kelelahan, ia bisa saja tiba-tiba mengalami mimisan. Hal ini disebabkan oleh pembuluh darah yang lemah menjadi tegang, hingga akhirnya pecah.

3. Tingkat stress pada anak

Iya, bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga rentan mengalami stres yang disebabkan oleh berbagai keadaan, misalnya masalah di sekolah, kondisi keluarga yang tidak harmonis, dan faktor lainnya.

Serupa dengan kelelahan, stres juga dapat membuat pembuluh darah melemah, hingga menjadi penyebab mimisan pada anak.

4. Alergi dan penyakit bawaan

Anak yang mengidap penyakit asma bisa lebih rentan mengalami mimisan daripada mereka yang tidak.

Hal ini dikarenakan, ketika penyakit tersebut kambuh, ia dapat memicu anak untuk semakin kuat menarik napas di saat pembuluh darah di hidung sedang lemah.

Selain itu, alergi juga dapat menjadi penyebab mimisan pada anak. Jika hal ini menjadi pemicunya, maka segera konsultasikan kondisi anak kepada dokter.

5. Adanya kelainan bentuk hidung

Anak yang memiliki bentuk hidung bengkok (septum deviasi) cenderung lebih rentan mengalami mimisan.

Perisakan juga kondisi hidung anak ke dokter agar Anda bisa mengetahui, apakah bentuk hidung yang menjadi penyebab mimisan pada anak Anda atau tidak.

Itu tadi hal-hal yang penting Anda ketahui terkait pencegahan, penanganan, serta penyebab terjadinya mimisan pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat, terutama untuk para orang tua.