Tips Wawancara Kerja: Jangan Keliru Menjawab 13 Pertanyaan Jebakan Ini!

Meski banyak orang mengaku sangat tersiksa oleh sulitnya dunia perkuliahan, nyatanya kehidupan yang sebenarnya dimulai setelah anda keluar dari kampus. Setelah anda lulus dan wisuda, pertanyaan terbesar akan muncul: lalu sekarang apa?

Tips Wawancara Kerja

Tentu saja sebagian besar orang berkuliah agar dapat memperoleh pekerjaan yang diidamkan, sehingga tujuan utama mereka setelah lulus adalah mencari pekerjaan. Tapi, apakah lalu mahasiswa dengan nilai tinggi akan selalu mudah mendapat pekerjaan?

Tentu saja tidak. Meski terbilang memiliki hardskill yang baik, tahap rekruitmen pekerjaan akan terlebih dahulu melihat softskill yang anda miliki lewat proses wawancara atau interview. Nah, ada tips wawancara kerja yang harus anda tahu di sini.

Ini dia 13 pertanyaan andalan para HRD perusahaan saat mewawancara calon karyawan. Bagaimana harus menjawabnya? Simak artikel tips wawancara kerja ini hingga akhir demi interview yang lancar jaya!

1. Bagaimana anda menggambarkan diri anda?

Ini pertanyaan yang akan ditanyakan oleh tim HRD saat proses perkenalan. Mereka akan melihat bagaimana anda memandang diri anda sendiri lewat penggambaran yang anda pilih. Apakah positif? Atau negatif?

Karakter anda dapat dicerminkan dari diksi yang anda gunakan untuk menggambarkan persona anda.

Baca Juga: 7 Tips Menabung Untuk Beli Rumah di Usia Muda

Oleh sebab itu, tips wawancara kerja yang pertama adalah pilihlah kata yang dapat mendeskripsikan diri anda dalam ranah yang positif. Misalnya, dengan kata sifat seperti jujur, pekerja keras, antusias, berkomitmen tinggi, dan lain-lain.

Meski demikan, anda tidak bisa asal bicara atau mengada-ada tentang gambaran diri anda ini. Pastikan apa yang anda katakana benar-benar mencerminkan diri anda.

Karena percaya atau tidak, tim HRD dapat membaca gerak gerik anda dan mengetahui apakah anda bersungguh-sungguh dengan apa yang anda katakan.

Karakter seorang pekerja merupakan aspek penting bagi perusahaan. Calon pekerja yang berkarakter kuat tentunya akan menarik perhatian pemberi kerja. Terutama jika karakternya  sesuai dengan nilai-nilai perusahaan.

2. Apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini?

Tips wawancara kerja berikutnya adalah anda harus mencari tahu tentang perusahaan tempat anda melamar terlebih dahulu. Karena pada saat sesi wawancara, tim HRD pasti mengajukan pertanyaan ini: apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini?

Jika anda tidak tahu sama sekali tentang perusahaan, tentu anda akan dianggap tidak bersungguh-sungguh ingin bergabung dengan perusahaan ini. Cari tahu dahulu lalu jelaskan mengenai poin-poin positif yang anda tahu tentang perusahaan.

Hindari membandingkan perusahaan yang dilamar dengan perusahaan terdahulu, kalaupun iya, pastikan perusahaan yang dituju memiliki nilai positif atau nilai lebih ketimbang perusahaan sebelumnya.

Intinya, tunjukkan bahwa perusahaan yang sedang dilamar ini memiliki keunggulan-keunggulan yang membuat anda tertarik untuk bergabung. Hal ini dapat membuat perusahaan menjadi semakin tertarik untuk memilih anda sebagai karyawan.

3. Mengapa tertarik untuk bergabung dengan perusahaan ini?

Kebanyakan orang tentunya akan menjawab suasana kerja yang lebih nyaman dan gaji yang tinggi. Jangan terkecoh! Pertanyaan ini merupakan usaha untuk mencari motivasi yang sesungguhnya.

Setiap perusahaan lebih menginginkan pekerja yang loyal. Oleh sebab itu pastikan jawaban yang diberikan bukan jawaban remeh seperti kenaikan gaji.

Apalagi jika sampai mengutarakan ketidaknyamanan di perusahaan sebelumnya. Perusahaan yang baru tentu akan menilai Anda adalah orang yang manja dan tidak mau bekerja keras.

Baca Juga: 11 Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Dalam Lingkungan Sosial

Tips wawancara kerja untuk pertanyaan ini adalah sebaiknya jawab pertanyaan ini dengan alasan-alasan positif. Misalnya karena ingin berkontribusi lebih dalam menyalurkan bakat.

Atau lebih karena posisi yang dilamar sesuai dengan latar belakang pendidikan. Pastikan bahwa alasan bergabung lebih karena motivasi yang membangun.

4. Prestasi apa yang telah diraih dalam karir?

Cukup wajar bahwa setiap perusahaan menginginkan calon karyawan yang terbaik. Oleh sebab itu, perusahaan biasanya ingin mengetahui pencapaian di masa-masa sebelumnya.

Sehingga perusahaan dapat mengukur tingkat keberhasilan jika seumpama perusahaan memutuskan untuk mempekerjakan anda.

Untuk menjawab pertanyaan ini, jelaskan dengan baik setiap pekerjaan yang telah diselesaikan di perusahaan sebelumnya. Berikan contoh keberhasilan yang telah diraih sebelumnya. Buktikan bahwa Anda layak untuk diterima di perusahaan idaman.

Lalu, bagaimana dengan para freshgraduate? Khusus untuk anda yang baru saja lulus kuliah, anda dapat menjelaskan project-project non akademik yang sudah anda jalankan selama masa kuliah dan pencapaian apa saja yang anda dapat.

5. Bagaimana rencana anda 5 tahun ke depan?

Maksud dari pertanyaan ini yaitu untuk mengetahui berapa lama ingin bergabung dengan perusahaan yang dilamar. Jangan sampai ternyata perusahaan salah mempekerjakan seorang “kutu loncat” atau pegawai yang senang berpindah-pindah perusahaan.

Tips wawancara kerja untuk pertanyaan satu ini, uraikan tujuan jangka panjang anda. Pastikan bahwa anda melibatkan perusahaan yang dilamar sebagai bagian dari rencana. Jawablah dengan bijak dan pikirkan dengan matang. Jangan sampai menjawab seadanya.

6. Bisa berikan gambaran tentang pekerjaan yang dilamar?

Sangat penting untuk mengetahui posisi yang dilamar. Karena hal tersebut berkaitan dengan tugas di perusahaan tersebut di kemudian hari. Perusahaan pasti enggan mempekerjakan orang yang tidak mengerti apapun tentang tugas-tugasnya.

Karena hal tersebut berarti butuh waktu lebih lama untuk membuat pekerja baru beradaptasi dengan lingkungan perusahaan.

Oleh sebab itu, pastikan telah mencari informasi terlebih dahulu apa yang kira-kira akan menjadi tanggung jawab. Dengan jawaban yang tepat, maka perusahaan akan merasa bahwa anda adalah orang yang tepat untuk posisi ini.

7. Mengapa berhenti dari pekerjaan sebelumnya?

Ini adalah salah satu pertanyaan penting. Karena dari jawaban anda, perusahaan dapat menilai karakter dan orientasi anda. Karena, biasanya motivasi seseorang berhenti bekerja sangat erat dengan karakter dan orientasinya.

Oleh sebab itu, tips wawancara kerjanya adalah hindari menyebutkan masalah pribadi sebagai alasan. Pastikan alasan karena sesuatu hal yang profesional. Pastikan juga bukan oleh karena konflik. Fokuslah pada jawaban bahwa ingin mencari posisi yang lebih baik untuk berkembang sesuai minat dan bakat.

8. Apa pendapat anda tentang lembur?

Pertanyaan mengenai lembur adalah pertanyaan untuk mengetahui komitmen anda. Oleh sebab itu, pastikan jawaban yang diberikan sudah cukup sesuai. Tidak berlebihan namun juga tidak kurang.

Tentunya banyak yang tidak nyaman bekerja lembur. Namun, nyatakan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sebesar mungkin. Jika harus bekerja lembur pastikan bahwa waktu lembur tersebut masih dalam batasan toleransi.

Tips wawancara kerjanya, jangan sampai jawaban yang anda berikan mengenai lembur ini terkesan seperti basa basi atau klise.

8. Berapa gaji yang diharapkan?

Angka adalah hal yang sensitif, tapi bukan berarti anda harus takut bicara soal angka saat wawancara kerja. Pertanyaan mengenai gaji ini memang cukup sulit untuk dijawab. Karena bisa jadi di posisi yang sama gaji yang diminta akan berbeda.

Oleh sebab itu, ketahui lebih dahulu standar gaji di perusahaan yang akan dilamar. Carilah informasi sebanyak mungkin mengenai rata-rata gaji yang diberikan di perusahaan tersebut.

Selain itu, perhitungkan faktor-faktor seperti pengalaman dan tingkat kesulitan pekerjaan. Jelaskan ekspetasi anda, namun pastikan masih di dalam standar perusahaan. Sehingga anda dapat memperoleh nilai maksimal dari standar yang diterapkan oleh perusahaan tujuan anda.

9. Apa hobi yang dijalani saat ini?

Jangan salah, pertanyaan ini bukan sekedar pertanyaan basi atau random untuk mencairkan suasana. Pertanyaan ini muncul untuk menilai apakah secara kepribadian anda dinilai cocok atau tidak dengan budaya dikantor ini.

Jawab dengan sungguh-sungguh, detail dan disertai dengan alasan yang masuk akal contohnya: “Saya suka membaca buku bertema misteri dan teka-teki, jadi saya bisa sedikit belajar tentang cara memecahkan masalah dalam situasi tertentu” bukan “saya suka membaca buku bertema sains karena menambah wawasan saya”.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, jawaban yang terlalu sederhana akan membuat anda terkesan berbohong atau tidak bersungguh-sungguh.

10. Bagaimana anda menangani stres pekerjaan?

Tips wawancara kerja berikutnya adalah tentang bagaimana anda menangani stress pekerjaan. Pertanyaan ini untuk menilai seberapa besar kesabaran anda dalam menghadapi pekerjaan yang banyak dan mendadak.

Selain itu, juga menilai apakah anda tipe orang yang mudah menyerah dan tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaan sendiri ketika menghadapi masalah stress pekerjaan.

Jawab pertanyaan ini dengan sejujur mungkin jika memang memiliki cara sendiri dalam menenangkan diri seperti mengambil beberapa menit untuk jalan-jalan keluar kantor, atau memejamkan mata bahkan mengambil cuti sehari untuk berlibur.

Baca Juga: 13 Tips Melupakan Mantan Pacar Dengan Cepat dan Sehat

Tidak ada jawaban yang salah, yang salah jika anda memaksakan pilihan yang tidak cocok dan terkesan berbohong.

11. Apakah anda juga melamar ke perusahaan lain?

Jika memang option yang ada pada anda lebih dari satu perusahaan, maka jawablah demikian. Jika ternyata beberapa nama perusahaan yang disebutkan memiliki karakteristik baik yang sama dari budaya dan sistem kerjanya, maka akan lebih baik.

Hal ini akan memperkuat alasan anda kenapa melamar ke perusahaan tersebut dengan posisi tersebut. Berarti, anda memang ingin bekerja pada bidang perusahaan yang dilamar, dan bukan sekedar untuk mendapat pekerjaan.

12. Apakah ada pertanyaan yang ingin diajukan?

Tips wawancara kerja yang terakhir ini tak kalah penting. Biasanya pertanyaan ini dilontarkan di akhir sesi wawancara. Tim HRD akan memberikan kesempatan untuk anda bertanya, dan anda harus menggunakan kesempatan tersebut jika ingin mendapat nilai positif di mata perusahaan.

Jika menjawab “tidak”, anda akan terlihat tidak tertarik dan pasif. Perlihatkan bahwa anda memang tertarik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Misalnya, seputar budaya, peraturan, atau sistem kerja perusahaan.

Itu dia 13 pertanyaan yang bisa jadi jebakan dalam sesi wawancara kerja. Semoga anda bisa melewatinya dengan mudah dan tanpa masalah, ya! Semoga sukses!